Showing posts with label PDA Tes. Show all posts
Showing posts with label PDA Tes. Show all posts

5 Jenis Pengujian Fondasi Bore Pile: PIT, PDA, CSL, Uji Lateral, dan Static Load Test

Pengujian Fondasi Bore Pile (Bore Pile Testing) meliputi 5 jenis pengujian yang dilakukan pada pekerjaan konstruksi, diantaranya yaitu : Pengujian Integritas Tiang Bor (Low-Strain Impact Integrity Testing / PIT), Pengujian Dinamis dengan Pile Driving Analyzer (PDA), Pengujian Crosshole Sonic Logging (CSL), Pengujian Lateral dengan Metode Tiang Reaksi (Lateral Load Test) dan Pengujian Statis Aksial dengan Metode Tiang Reaksi (Static Axial Compression Load Test).

A. Prinsip Kerja

1. Pengujian Integritas Tiang Bor (Low-Strain Impact Integrity Testing / PIT)

Pengujian dilakukan dengan memberikan tumbukan ringan menggunakan palu pada kepala tiang. Tumbukan menghasilkan gelombang tegangan yang merambat sepanjang tiang. Sensor pada kepala tiang merekam respons gelombang dan alat menganalisis pantulannya.

2. Pengujian Dinamis dengan Pile Driving Analyzer (PDA)

Pengujian dilakukan terhadap tiga (3) Tiang Bore Pile. Pengujian dilakukan terhadap tiang dalam keadaan sudah terpancang. Pada saat pengujian dilakukan, tiang ditumbuk dengan menggunakan drop hammer. 

Pengujian dinamis didasarkan pada interpretasi gelombang satu dimensi (one dimensional wave) yang menjalar pada tiang pondasi akibat tumbukan (impact) yang diterima oleh tiang. Untuk tiang spun pile, gelombang seperti ini terjadi pada waktu tiang ditumbuk dengan palu (hammer).

3. Pengujian Pengujian Crosshole Sonic Logging (CSL)

Pipa akses dipasang pada sangkar tulangan sebelum pengecoran. Setelah beton cukup siap untuk diuji dan pipa dapat digunakan, dua probe ultrasonik diturunkan pada sepasang pipa akses. Satu probe mengirimkan sinyal dan probe lainnya menerima sinyal.

4. Pengujian Lateral dengan Metode Tiang Reaksi (Lateral Load Test)

Tiang uji dibebani secara horizontal dengan menggunakan dongkrak hidraulik. Reaksi gaya diperoleh dari tiang reaksi atau kelompok tiang reaksi. Beban diukur menggunakan load cell, sementara pergerakan kepala tiang diukur menggunakan instrumen perpindahan yang mengacu pada titik referensi independen.

Untuk metode ini, tiang reaksi menahan gaya berlawanan dengan gaya yang diberikan pada tiang uji.

5. Pengujian Statis Aksial dengan Metode Tiang Reaksi (Static Axial Compression Load Test)

Dongkrak hidraulik memberikan gaya tekan vertikal pada tiang uji. Gaya reaksi ditahan oleh balok reaksi yang ditumpu sistem tiang reaksi yang dirancang untuk menerima beban pengujian. Load cell mengukur beban aktual, sedangkan alat ukur perpindahan mencatat penurunan tiang.

Tabel perbandingan lima metode


Menentukan metode yang diperlukan?

a. Jika tujuannya memeriksa keutuhan tiang

Pertimbangkan PIT atau CSL sesuai kondisi tiang, akses pengujian, ketersediaan pipa akses, spesifikasi, dan kebutuhan pemeriksaan.

b. Jika tujuannya mengevaluasi tahanan aksial

Pertimbangkan PDA dan/atau uji tekan statis. Penentuan metode dan penerimaan hasil harus mengikuti desain, standar yang berlaku, serta spesifikasi proyek.

c. Jika tujuannya mengevaluasi respons beban horizontal

Pertimbangkan uji beban lateral, dengan sistem reaksi dan kondisi batas yang sesuai dengan kebutuhan struktur.

Ingat: tiang yang menunjukkan hasil integritas baik belum tentu otomatis memiliki kapasitas dukung yang memenuhi desain. Sebaliknya, informasi kapasitas tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh bagian beton tiang bebas dari anomali.


Acuan Jumlah Pengujian


Sebagai contoh, ketentuan pada SNI 8460:2017 mencantumkan:

Sumber: ketentuan pengujian fondasi tiang dalam SNI 8460:2017, bagian 9.8.1, 9.8.5, dan 9.8.6. 

SNI 8460-2017+2

Angka tersebut adalah acuan dari dokumen SNI yang disebutkan, bukan angka yang boleh diterapkan secara otomatis pada setiap proyek. Persyaratan kontrak, jenis struktur, tingkat risiko, penampang tiang, dan ketentuan teknis yang berlaku dapat memengaruhi jumlah serta pemilihan pengujian.

Sebagai tambahkan artikel catatan berikut:

Penentuan metode, jumlah titik uji, beban pengujian, dan kriteria penerimaan harus mengacu pada dokumen desain, standar yang berlaku, spesifikasi teknis proyek, serta persetujuan insinyur penanggung jawab. Artikel ini merupakan panduan edukatif dan tidak menggantikan prosedur pengujian proyek.


Standar Teknis dan Referensi Teknis 

Untuk artikel teknik sipil, bagian standar merupakan salah satu elemen penting yang membedakan pustaka teknis dari artikel umum.

BSN mencatat SNI 8460:2017 — Persyaratan Perancangan Geoteknik berstatus berlaku. Selain itu, katalog BSN juga mencantumkan SNI 8459:2025 untuk metode uji fondasi dalam dengan High-Strain Dynamic Pile (HSDP). 

Ada pembaruan penting yang patut ditulis secara transparan di artikel ini yaitu: ASTM D5882-16 untuk PIT dan ASTM D6760-16 untuk CSL telah ditarik pada 2025 tanpa pengganti dalam katalog ASTM. Sementara itu, SNI 8460:2017 masih berlaku dan dokumen tersebut merujuk pada standar ASTM yang lebih lama. Oleh karena itu, status standar harus diperiksa secara terpisah dari status metode pengujiannya. 

Sumber berikut layak dijadikan titik awal referensi teknis:

1) SNI 8460:2017 — Persyaratan Perancangan Geoteknik — acuan nasional yang memuat pembahasan pengujian fondasi tiang. 

2) SNI 8459:2025 — Metode Uji Fondasi Dalam dengan High-Strain Dynamic Pile — rujukan nasional untuk pengujian dinamis. 

3) ASTM D4945-26 — High-Strain Dynamic Testing — metode pengujian dinamis fondasi dalam. 

4) ASTM D3966/D3966M-25 — Static Lateral Load — metode pengujian beban lateral statis. 

5) Katalog Standar Geoteknik ASTM — pemeriksaan status dan edisi standar, termasuk D1143/D1143M-26 untuk beban tekan aksial statis. 

Demikianlah penjelasan tentang 5 jenis Pengujian Fondasi Bore Pile, semoga bermanfaat bagi kita.

Baca Artikel...